Sudah beberapa hari ini, sore hari di Kota Malang selalu diguyur hujan lebat. Begitu juga sore ini. Dengan berbekal mantel, aku nekat menembus hujan yang akhirnya berhasil menggenangi Kota Malang beberapa saat.
Sampai di rumah, Azlia menyambut dengan riang dengan teriakan-teriakannya yang khas. Dia menyapaku dan memberi salim, “Mamah keujanan ya…”. Kemudian dia meletakkan helm basah yang kupakai ke dalam rumah.
Mungkin karena kehujanan, badan rasanya capek dan sangat mengantuk. Tak terasa selepas sholat maghrib, aku tertidur.
“Huaaaaaa….. huaaaaaaaa… huaaaaaaa…”, sontak aku terbangun kaget dari tidurku dan mencari sumber tangisan. Ternyata Azlia tengah menangis dengan hebatnya. Setelah diusut, ternyata dia baru saja tanpa sengaja memakan cabai rawit yang ada di nasi goreng.
Kami berusaha menenangkan Azlia. Aku ambil air, dan menyuruh Azlia meminumnya. Neneknya datang memberikan gula. Ternyata dia masih kepedasan dan menangis dengan dahsyatnya. Matanya merah dan mengeluarkan air mata yang berlinang-linang.
Akhirnya dia bisa tenang juga setelah “disogok” es krim 5 sendok makan. Biasanya, aku tidak pernah membolehkannya makan es krim di malam hari. Berhubung ini kasus istimewa, makanya dia boleh makan es krim. Setelah habis es krimnya, dia merayu neneknya, “Tambah lagi ya Nek, boleh ya Nek?”.
“Tanya Mamah donk, boleh ndak?”, jawab neneknya.
Dan seperti biasanya, sesuatu yang tak kuperbolehkan, Azlia sudah tahu jawabannya. Tanpa bertanya, dia menyentuhku dan bilang, “Ini mangkoknya Mah, udah habis”.
“Azlia ndak mau cabe, nakal, mau nasi goreng aja”.
Catatan Azlia 2 tahun 9 bulan

Ada yang komentar